Puisi adalah salah satu karya sastra
yang cukup populer. Kamu pastinya sudah di ajarkan sejak Sekolah Dasar. Puisi
amat dikenal dengan cara penyampaiannya yang begitu Tetesan air mata
berhamburan akibat kicauanmu (sambil pura-pura nangis) atau Ya
tuhan ! tunjukanlah kami cahaya abadi-Mu (sambil bertekuk lutut di hadapan
penonton). Jujur hal itu cukup memalukan (bagi saya :P) karena menunjukan
sesuatu hal yang terkesan dibuat-buat. Tapi sebenarnya gaya seperti itu tidak
terlalu dihiraukan, melainkan lebih kepada bagaimana cara pembaca puisi itu
membawa pendengar ke dunia khayalnya.
Puisi juga dibagi menjadi dua, yaitu
puisi lama dan puisi modern. Puisi lama adalah puisi yang masih terikat
aturan seperti sajak, kecap (bukan bahan masakan lho), bait, dan lain
sebagainya. Jika kamu tengok puisi di bawah ini, maka kamu akan mengerti apa
itu puisi modern.
Api
Ku
tiup... mati
Singkat ya ? :D tidak terikat
aturan sajak, baris, bait, dan sebagainya, itulah puisi modern. Puisi
di atas memiliki banyak makna sesuai orang yang memaknainya. Kesimpulannya,
puisi modern adalah puisi yang tak punya aturan dan cukup dengan memiliki
makna, dan gaya bahasa/majas.
---Back To The Topic---
Jenis puisi yang kita gunakan adalah
puisi modern. Puisi modern memang tidak terikat aturan. Tapi bukan berarti kita
nulis asal-asalan. Dibawah ini ada 5 Cara menulis puisi yang baik dan benar.
1. Menggunakan Gaya Bahasa atau
Majas
Penggunaan majas atau gaya bahasa
memang sudah mendarah daging pada puisi. Sebab, tanpa majas semua akan terasa
hampa. Misalkan yang paling sering orang dengar adalah Mentari tersenyum
disamping lagu pagi kita bandingkan dengan Matahari terbit saat burung
berkicauan. Menurut kamu lebih menarik mana?
2. Menggunakan judul yang sederhana
"Seonggok Jagung"
karya W.S. Reandra adalah contoh yang baik. Judul yang sesingkat itu mampu
menarik perhatian orang-orang. Meski begitu, judul ini tetap memiliki makna
yang tersirat. Sayangnya, amat sulit untuk mengetahuinya.
3. Mengisahkan atau menceritakan
sesuatu
Puisi yang baik tentunya akan
mengisahkan sesuatu (yang puisi tadi cuma contoh :D). Hampir semua puisi
mengisahkan sesuatu entah itu sedih, bahagia, maupun sakit.
4. Berjalan sesuai alur yang
dikisahkan
Jangan kamu tulis sebuah cerita,
jika antar kalimat di dalamnya tidak berhubungan satu sama lain. Lebih pilih
mana?
Karena satu alasan walau itu buruk
Ku cinta semua walaupun kau tak
berbentuk
atau
Kau dan aku bagai dua titik
Meski api cinta harus di korbankan
5. Curahkan segala isi dan ekspresi
kamu
Ini adalah hal yang wajar. Menulis
puisi butuh perasaan dari hati. Ketika hati sedang sakit, maka yang dicurahkan
adalah rasa sakit. Ketika rasa bahagia (cinta diterima, ihiiiw) maka
terciptalah suatu puisi penuh rasa cinta/kebahagian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar